Langsung ke konten utama

Kenali Jenis Injeksi Beton dan Fungsinya

Jenis Injeksi Beton
Jenis Injeksi Beton | BuckBigg

Ketika bangunan mulai mengalami kerusakan, entah itu retak atau bocor, umumnya kontraktor Waterproofing akan menyarankan langkah perbaikan berupa injeksi beton. Injeksi beton dianggap sebagai solusi terbaik, karena bisa diaplikasikan pada struktur bangunan yang lembab akibat penetrasi air maupun yang bebas atau kedap air.

Meski memang, terdapat perbedaan dari segi bahan material yang harus digunakan.

Proses injeksi beton ini sendiri yakni dengan menyuntikkan adukan material ke sela-sela retakan sehingga struktur beton yang kosong akan terisi kembali. Sebenarnya poin ini adalah fungsi injeksi beton yang paling utama. 

Namun ada perbedaan material injeksi beton yang digunakan. Misalnya pemakaian epoxy resin pada pekerjaan injeksi epoxy. Material ini mampu masuk kedalam retakan beton yang kecil. Dengan terisinya celah retak diharapkan beton akan menjadi merekat kembali dan kekuatan beton dapat berfungsi seperti sedia kala.

Begitu juga dengan injeksi semen. Pasta semen yang disuntikkan diharapkan mampu mengisi celah kosong beton yang keropos dan retak yang besar. Semen ini berfungsi untuk mengisi celah kosong sekaligus menghentikan aliran air jika daerah tersebut mengalami masalah bocor.

Berlaku hal yang sama untuk pekerjaan injeksi polyurethane. Material injeksi berfungsi untuk menghentikan aliran air dengan mengisi semua celah kerusakan beton.

Ada keunggulan dan kekurangan dari setiap jenis injeksi. Sehingga kita harus bisa membedakan jenis kerusakan beton dan menggunakan tipe injeksi beton. Jangan sampai salah, misalnya menggunakan injeksi semen untuk mengatasi retak beton yang kecil. Tentu material injeksi tidak akan mampu masuk kedalam beton. Sehingga kegagalan pekerjaan injeksi bisa saja terjadi.

Untuk lebih jelas, saya bahas jenisnya sehingga kita dapat memaksimalkan fungsi injeksi  beton agar sesuai dengan kondisi dan kerusakan beton.

Fungsi Dan Jenis Injeksi Beton

Setidaknya, ada tiga jenis injeksi beton berdasarkan bahan material yang digunakan. Masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, yang bisa Anda sesuaikan dengan jenis kerusakan dan kondisi bangunan. Berikut ketiga jenis injeksi tersebut;

Injeksi Semen

Metode injeksi berbahan dasar semen ini cukup populer digunakan untuk memperbaiki beton yang keropos atau retak dengan tingkat kerusakan tergolong parah.

Tak hanya itu, banyak pula para kontraktor yang mengaplikasikannya pada sambungan beton untuk mengatasi masalah kebocoran.

Dengan bahan dasar semen, proses injeksi diyakini akan sempurna mengingat sifatnya yang mampu monolit dengan beton. Dalam artian, material semen tersebut mampu mengisi celah atau rongga dengan baik.

Hanya saja, metode injeksi semen ini memakan waktu cukup lama karena harus terlebih dulu dilakukan ciping area serta penambalan pada area yang bocor.

Jadi, bisa dibilang, metode injeksi jenis ini kurang cocok digunakan bagi proyek-proyek dengan deadline singkat.

Injeksi Epoxy

Bisa dibilang, Epoxy Resin adalah material khusus yang mampu memperbaiki retak pada beton. Partikelnya yang sangat kecil dan halus diyakini mampu mengisi celah retak hingga yang terkecil sekalipun.

Terlebih, material ini memiliki viskositas rendah layaknya air, namun dengan kekuatan yang cukup bagus. Alhasil, dengan teknik injeksi epoxy, beton yang retak mampu direkatkan kembali dengan sangat baik.

Berbeda dengan injeksi semen, proses pengerjaannya pun relatif lebih cepat. Hal ini dikarenakan telah ada neple yang dirancang khusus sehingga tidak perlu dilakukan proses ciping. Neple hanya perlu direkatkan dengan lem khusus, dan proses injeksi bisa dilakukan.

Hal penting yang juga perlu diketahui, teknik injeksi ini hanya bisa dilakukan pada beton dengan usia tak lebih dari 28 tahun serta keretakan maksimal 55 mm.

Injeksi Polyurethane (PU)

Metode injeksi berbahan dasar polyurethane ini sangat direkomendasikan untuk mengatasi masalah beton rembes dan bocor. Bahkan termasuk untuk kebocoran pada sambungan ataupun dengan tingkat keparahan maksimal.

Proses pengerjaannya juga terbilang cukup cepat jika dibandingkan dengan dua jenis injeksi sebelumnya. Telah tersedia neple khusus yang bisa dipasang hanya dengan menggunakan bor.

Jadi, tanpa harus melalui proses pengeleman, neple telah bisa terpasang dengan kuat pada beton. Setelah itu, proses penyuntikan atau injeksi polyurethane bisa langsung dilakukan.

Konon, material ini bisa langsung bereaksi ketika terkena air atau angin. Material akan mengembang hingga 1000 persen sehingga akan memenuhi celah atau rongga beton yang kosong. Alhasil, beton pun akan merekat seperti semula.

Itulah beberapa jenis injeksi beton yang paling sering digunakan. Secara umum, ketiga jenis injeksi tersebut memiliki fungsi yang sama, yakni memperbaiki kerusakan pada struktur beton.

Dengan sifatnya yang lengket dan kuat, proses injeksi diyakini mampu menutupi bagian-bagian beton yang bermasalah agar kembali tampak sempurna.

Apalagi, metode injeksi ini juga memiliki daya tahan yang baik dari pancaran sinar UV ataupun ekstrimnya cuaca. Jadi, tak perlu ragu melakukan injeksi beton demi terealisasinya bangunan yang kuat dan tahan lama.

Sebagai tambahan, saya buatkan metode untuk pekerjaan injeksi epoxy


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waterproofing atap dak beton terbaik untuk mencegah bangunan bocor | 100 % berhasil

Waterproofing atap dak beton dapat dilakukan dengan berbagai jenis waterproofing, Salah satunya adalah membrane bakar. Jenis pelapis anti bocor ini sangat banyak di pakai karena tingkat keberhasilannya yang tinggi. Salah satu bagian bangunan yang sering mengalami masalah bocor adalah bagian atap dak karena bagian ini menjadi sebagai area pelindung bangunan saat musim hujan. Selain itu, biasanya area atap dak dijadikan sebagai tempat jemuran, kolam renang ataupun taman. Keadaan seperti ini membuat atap dak beton membutuhkan lapisan waterproofing yang lebih kuat. Untuk itulah artikel ini saya buat agar anda dapat menentukan  jenis waterproofing  atap dak beton yang terbaik untuk melindungi bangunan dari masalah bocor. Mengingat pentingnya perlindungan bangunan dari masalah bocor terutama di bagian atap dak, maka saya akan membahas Solusi terbaik untuk atap dak beton dengan jenis pelapis anti bocor yang teapt. Perlu diingat, salah dalam menentukan jenis waterproof dapat membuat material t

Pentingnya Test Rendam Waterproofing Saat pekerjaan Pasang Lapisan anti bocor

Pentingnya Test Rendam Waterproofing Saat pekerjaan Pasang Lapisan anti bocor Pekerjaan waterproofing memiliki beberapa tahap baru dapat dinyatakan selesai. Tahapan akhir dari pekerjaan waterproofing adalah test rendam. Jika tidak terdapat ada area yang bocor, maka pekerjaan ini sudah dianggap selesai. Proses selanjutnya adalah melakukan screed atau pemasangan pelindung waterproofing. Tahapan ini berlaku hampir untuk semua jenis waterproofing, termasuk juga membrane bakar. Seperti pembahasan kita kali ini, yaitu bagaimana cara pengecekan test rendam waterproofing membrane bakar.  Proses perendaman membrane bakar juga harus dilakukan dengan benar agar proses pengetesan ini berjalan dengan lancar. Tahapan test rendam waterproofing membrane bakar Saat ingin membuktikan bahwa pekerjaan membrane bakar telah dinyatakan selesai, maka dilakukan pengetesan kualitas pekerjaan dengan cara menggenangkan air diatas membrane bakar. Proses ini disebut test rendam. Persiapan sebelum melakukan test re